Renjana

“Semua memiliki aturan demi kebaikan, semua diatur demi suatu alasan. Yang ngasal tidak bakal bertahan, dan akan sulit sekali meningkatkan mutunya.”

Ah, tetap saja.. semua itu berasal dari niat pikirku. Apakah suatu kerinduan itu tetap menjadi predestinasi atau memang menjadi destinasi yang digiatkan. Faktor penguat lainnya tetap saja tak lain dari tangan Tuhan yang sedang bekerja membukakan jalan. Seorang tutor berkata padaku dengan telak mengingatkan. Mengabdilah pada kerinduanmu itu, yang membuatmu tidak bermakna bila kau tidak tunduk padanya.

Disertai juga kalimat yang tetap nangkring di kepala sejak dahulu kala :

“Seorang visioner sukses biasanya berangkat dari practitioner yang ulet, agar genaplah driver-drivernya dari pengalaman karirnya sendiri. Jikalau tidak, dia hanyalah seorang pengembang teori imajiner belaka yang kebetulan, pandai berbicara.”

Dan semua itu sudah soal mau menghargai proses atau tidak. Tidak perlu mendengarkan komentar bernada pujian yang seringkali disertai banyak tetapi di belakangnya, terdengar sebagai komentar murahan seorang non-pejuang yang sibuk mengecilkan kemenangan kecil berharga milik orang lain, juga tidak perlu membesar-besarkan. Sisanya.. tersenyum manis saja lah seperti biasa. ;)~<3

Happy weekend beautiful souls..!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s